Kamis, 07 Januari 2016

Menilik Fungsi dan Keadaan Trotoar dijaman Sekarang



Menurut Ir. Wibowo Gunawan dalam bukunya Standar Perancangan Jalan Perkotaan, trotoar memiliki pengertian sebagai bagian jalan yang disediakan untuk pejalan kaki. Umumnya ditempatkan sejajar dengan jalur lalu lintas, dan harus terpisah dari jalur lalu lintas oleh struktur fisik. Pengertian tersebut mengatakan bahwa antara trotoar merupakan tempat berjalan kaki yang berada bersebelahan dengan jalan raya, keadaan trotoar dan jalan raya harus memiliki batas yang memisahkan keduanya. Pemisah yang dibuat tersebut digunakan untuk keamanan pejalan kaki agar pemakai jalan raya tidak memasuki wilayah trotoar dan dapat membahayakan pejalan kaki (Awindha Eko Lusiana). Dalam Kamus Bahasa Indonesia menyatakan bahwa trotoar merupakan jalan yang memiliki ketinggian dan berada di tepi jalan besar yang digunakan sebagai tempat berjalan kaki. Dari beberapa pengertian trotoar diatas dapat disimpulkan bahwa trotoar merupakan jalur yang disediakan khusus bagi pejalan kaki.
Namun seperti yang telah kita ketahui dari pengertian diatas, bagaimana sih fungsi dan keadaan trotoar sebenarnya dilapangan dewasa ini? masihkah sebagaimana mestinya atau sudah berubah di jaman sekarang? bagaimana fungsi dan keadaan trotoar terlebih diwaktu liburan seperti libur Natal dan Tahun Baru ini?
Berikut beberapa fakta yang berhasil di peroleh:

1.      Trotoar jadi parkiran dadakan


Mengambil data dari tayangan berita di televisi, di waktu liburan biasanya sangat mudah ditemukan trotoar yang beralih fungsi menjadi tempat parkir kendaraan dadakan. Melonjaknya jumlah pengunjung lokasi wisata pada waktu liburan tidak dipersiapkan matang-matang oleh pengelola tempat wisata.
2.      Pejalan kaki harus berjalan merunduk


Di suatu daerah, trotoar yang seharusnya disediakan senyaman dan seaman mungkin untuk pejalan kaki membuat pejalan kaki yang berjalan di trotoar ini harus menundukan kepalanya agar tidak membahayakan dirinya karena terkena ranting pohon serta prasarana jalan yang lain yang berada dibadan trotoar  yang mengganggu seperti gardu listrik dll. Hal seperti ini tidak hanya ditemukan disedikit daerah di Indonesia melainkan sangat banyak dan hanya dibiarkan karena sudah dianggap hal yang wajar.

3.      Trotoar "ramah" pejalan kaki


Selain dua berita fungsi dan keadaan trotoar yang sudah tidak sebagaimana mestinya diatas, kali ini trotoar memang sudah sebagaimana yang telah diharapkan yaitu ramah pejalan kaki. Namun apakah sudah benar arti "ramah" pejalan kaki tersebut? Dari suatu daerah di Indonesia di sinyalir trotoar sering digunakan menjadi tempat mangkal "kupu-kupu malam" yang pastinya memang dilakukan di malam hari. Meskipun dilakukan di malam hari dan sudah jarangnya aktifitas pejalan kaki di trotoar, tetap saja semestinya hal ini tidak boleh dibiarkan sehingga tidak menimbulkan suatu permasalahan baru nantinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar