Dalam
posting ini akan dibahas tentang ice breaking. Salah satu teknik penting
pendukung kesuksesan presentasi yang perlu diketahui oleh setiap presenter.Ice
breaking, secara sederhana berarti memecah kebekuan. Dalam arti yang lebih
luas ice breaking adalah suatu aktivitas di dalam kegiatan yang
dirancang untuk mencairkan suasana tegang, bosan, dan jenuh menjadi
menyenangkan sehingga audiens menjadi bergairah kembali untuk mengikuti
kegiatan yang dijalani.
Dalam upaya peningkatan keselamatan jalan
pada aspek perilaku pengguna jalan salah satunya dengan cara kampanye
keselamatan jalan sebagaimana yang telah tertuang pada Instruksi Presiden RI
Nomor 4 Tahun 2013 tentang Program Dekade Aksi Keselamatan Jalan “Pilar ke - 4
PERILAKU PENGGUNA JALAN YANG BERKESELAMATAN, YG FOKUS PADA Penddikan formal
keselamatan jalan Kampanye keselamatan jalan”. Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia terbitan Balai Pustaka, kampanye diartikan sebagai gerakan atau
tindakan serentak untuk melawan, mengadakan aksi, mengubah keadaan, mengubah
perilaku dan lain-lain (Lukman; 1996: 437).
Kegiatan
kampanye apakah itu di dalam kelas, di acara seminar atau di tempat pelatihan
ada kemungkinan-kemungkinan di mana audiens tidak tertarik, tidak bergairah,
merasa jenuh dan bosan dengan kegiatan yang dilakukan. Jika sudah begini,
informasi yang ingin disampaikan tidak akan maksimal manfaatnya. Dalam keadaan
seperti inilah ice breaking diperlukan.
Ice
breaking selain dapat membangun suasana yang membosankan menjadi
menyenangkan juga dapat meningkatkan perhatian audiens, antusias dan gairah
audiens. Karena itulah ice breaking tidak hanya digunakan untuk
mencairkan suasana beku, namun juga sering digunakan melibatkan audiens secara
fisik maupun mental, membangun hubungan antara presenter dengan audiens, dan
audiens satu dengan audiens lainnya.
Ice
Breaking, Apa Saja Bentuknya?
Banyak orang berpikir ice breaking identik
dengan lelucon, padahal ice breking memiliki bentuk yang
bermacam-macam, tidak hanya lelucon. Berikut adalah beberapa
bentuk ice breaking yang perlu Anda ketahui.
1.
Lelucon atau intermozo
Lelucon adalah
bentuk pemecah kebekukan yang paling populer di kalangan banyak orang.
Namun juga bentuk pemecah kebekuan yang paling sulit dilakukan dan cukup
berbahaya untuk dilakukan. Mengapa?
Karena
untuk bisa melucu itu tidak mudah, apalagi bagi orang-orang yang tidak
memiliki sense of humor yang tinggi. Coba Anda bayangkan, Anda
sudah susah payah melucu tapi audiens tidak tertawa? Bagaimana perasaan Anda?
Sarannya hati-hati menggunakannya.
2.
Games atau permainan
Bentuk
yang kedua adalah games atau permainan.
Games
saat ini juga menjadi alternatif yang sering digunakan oleh para presenter,
guru, dosen, pelatih dan pembicara untuk memecah kebekuan dan membuat suasana
presentasi menjadi menyenangkan.
Namun
begitu saat Anda memilih games sebagai cara untuk memecah kebekuan,
atau membuat suasana presentasi menjadi menyenangkan,
pastikan games yang Anda gunakan tidak terlalu umum, sehingga audiens
lebih tertantang untuk melakukan dan lebih antusias untuk mengikuti. Dalam hal
ini kreativitas Anda pribadi dan referensi yang banyak akan cukup menolong
Anda.
3.
Lagu atau nyanyian yang disertai gerak tubuh
Bentuk
yang ketiga adalah nyanyian atau lagu yang disertai gerak tubuh. Ini juga
merupakan bentuk yang banyak digunakan.
Anda
bisa memutar lagu, kemudian mengajak audiens bernyanyi atau bergerak
bersama-sama. Bahkan jika Anda kreatif Anda bisa membuat gerakan atau merancang
koreo yang mendukung nyanyian atau lagu yang kemudian Anda ajak audiens
bergerak mengikuti gerakan Anda.
Itulah
tiga bentuk pemecah kebekuan yang perlu Anda ketahui. Dari tiga bentuk di
atas, lelucon adalah bentuk pemecah kebekuan yang dapat dilakukan secara
spontan maupun disiapkan, tapi untuk dua yang lain perlu dipersiapkan, sangat
sulit dilakukan secara spontan.
Pada
contoh pembahasan ice breaking dalam kegiatan kampanye keselamatan jalan di SMK
Muhammadiyah Kabupaten Tegal, sebagai presenter yaitu taruna taruni Politeknik
Keselamatan Transportasi Jalan menggunakan bentuk ice breaking yaitu games atau
permainan.
Bagaimana menggunakan ice breaking
dengan benar?
Supaya
Anda dapat menggunakan ice breaking dengan efektik dan benar-benar
mampu memecahkan kebekukan berikut adalah beberapa saran yang bisa Anda
lakukan.
1.
Ice breaking butuh disiapkan
Sebelum
Anda memutuskan bentuk pemecah kebekuan yang akan Anda gunakan, pastikan
Anda melakukan persiapan untuk melakukannya.
Anda
harus memulainya dengan memilih bentuk yang paling tepat dan Anda kuasai. Tidak
hanya memilih tapi Anda juga harus bepikir relevansi dari bentuk pemecah
kebekuan dengan topik presentasi Anda. Ini adalah saran terbaik, jika Anda mau
bekerja keras saya yakin Anda bisa menemukan bentuk yang paling tepat untuk
Anda gunakan.
2.
Ice braking butuh direncanakan
Apa
pun bentuk yang Anda gunakan untuk memecah kebekukan semua itu butuh
perencanaan, Anda harus merencakan kapan dan di mana itu Anda gunakan dalam
presentasi Anda. Rasanya sangat sulit, jika Anda tiba-tiba berimprovisasi.
Kenapa? karena presentasi ada batasan waktu dan memiliki struktur yang jelas.
Kalau ini tidak masuk perencanaan, bisa-bisa membuat lama presentasi Anda dan
merusak struktur presentasi Anda.
Kecuali
untuk humor, bagi Anda yang memiliki sense of humor tinggi, Anda bisa
berimprovisasi kapan saja, menyelipkan joke atau lelucon singat di sela-sela
presentasi Anda. Ini tidak akan menganggu waktu dan struktur presentasi. Namun
jika Anda memikirkan lelucon yang panjang Anda perlu merencakannya.
3.
Ice breaking perlu latihan
Setelah
Anda memilih dengan tepat dan sudah merencakan kapan dan dimana ice
breaking Anda gunakan dalam presentasi, selanjutnya Anda harus melatihnya.
Ini penting supaya Anda bisa natural, menguasai setiap detail dari ice
breaking yang akan Anda gunakan.
4.
Dalam pelaksanaanya usahakan semua audiens terlibat.
Saat
Anda menggunakan ice breaking Anda harus memastikan semua audiens
Anda terlibat. Kalau misalnya jumlah audiens Anda besar, Anda bisa buat mereka
berkelompok.
Menggunakan games,
atau nyanyian dan gerakan mungkin bisa melibatkan audiens, tapi bagaimana jika
saya menggunakan humor?
Untuk
humor mungkin tidak melibatkan audiens untuk bergerak atau berinteraksi satu
sama lain seperti gamas atau nyanyian, tapi harus kita akui humor yang berhasil
bisa melibatkan emosi audiens, kalau pun tidak tertawa semuanya, tapi jika
berhasil membuat sebagian besar audiens tertawa berarti Anda sudah berhasil.
5.
Usakan tidak memakan waktu
Ingat ice
breaking yang baik adalah yang dilakukan dengan waktu yang tepat.
Saran saya lakukan dalam waktu 5-10 menit saja, jangan
terlalu berlebihan.
6.
Usahakan sesuai dengan topik yang Anda sampaikan
Dalam public
speaking, apapun yang Anda tampilkan idealnya harus sesuai dengan topik. Jadi
kalau bisa usahakan ice breaking Anda sesuai dengan topik. Ini memang
tidak mudah, maka itu persiapan sangat penting Anda lakukan.
7.
Usahakan yang Anda tunjukkan sesuatu yang mengejutkan
Inilah
yang paling sulit dan menantang. Membuat ice breaking kejutan tidak
mudah. Anda butuh belajar, Anda butuh inovasi dan Anda butuh kreasi.
Demikianlah
ulasan sederhana tentang ice breaking. Semoga memberikan manfaat untuk
Anda. Sebelum saya akhiri, saya ingin menegaskan kepada Anda bahwa dalam
presentasi sebelum Anda berpikir tentang teknik untuk memecahkan kebekuan
fokuskan dulu perhatian Anda pada materi presentasi Anda, desain
slide presentasiAnda dan teknik
pengiriman Anda. Baru setelah itu Anda berpikir tentang ice
breaking atau cara lain untuk mendukung kesusksesan presentasi Anda.
Sebenarnya
kenapa audiens boring, jenuh, ngantuk, bisa jadi karena materi Anda tidak
menarik, tidak terstruktur, dan tidak tepat sasaran. Bisa juga karena slide
Anda yang membosankan, Anda sering membaca slide sehingga sering membelakangi
audiens. Bisa juga dikarenakana cara pembawaan Andayang garing tidak
meyakinkan, bahasa
verbal Anda lemah atau body lenguage Anda yang lemah.
Intinya
jika Anda ingin audiens Anda tidak bosan tidak jenuh, perbaiki
keterampilan presentasi Anda secara menyeluruh, bukan hanya pada satu aspek
saja. Tidak hanya terbatas pada ice breaking saja, karena sepintar
apapun Anda menggunakan teknik pemecah kebekuan jika aspek lain Anda lemah, itu
semua tidak ada artinya.
Bagaimana
menurut Anda?
http://www.ronapresentasi.com/ice-breaking-dalam-presentasi/
dengan beberapa penambahan

